Kamis, 10 September 2026

Pemko Pekanbaru Bagikan Masker Antisipasi Dampak Kabut Asap, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

 



PEKANBARU, mitrakomdigi.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Salah satunya dengan membagikan masker kepada masyarakat, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas warga.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan pembagian masker dilakukan setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Pembagian masker tersebut salah satunya dilakukan di Pasar Cik Puan, Senin (7/9/2026). Langkah ini sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat menyusul kondisi kualitas udara Pekanbaru yang berada pada kategori sangat tidak sehat.

“Posisinya sangat tidak sehat. Karena itu, kami juga membagikan masker di pasar-pasar tadi pagi,” ujar Zulhelmi.

Menurutnya, Pemko Pekanbaru tidak ingin membatasi aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan perekonomian yang tetap harus berjalan. Karena itu, penggunaan masker dinilai menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kalau untuk sektor perekonomian memang tidak mungkin kami batasi. Makanya, kami memberikan masker kepada masyarakat sesuai arahan wali kota agar tidak banyak yang sakit,” katanya.

Kondisi kualitas udara yang memburuk mulai dirasakan masyarakat. Selain keluhan terkait gangguan pernapasan, sejumlah warga juga mengaku mengalami mata perih ketika beraktivitas di luar ruangan.

Pemko Pekanbaru menyebut tidak terdapat titik api di wilayah Kota Pekanbaru. Kondisi kabut asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah lain di Sumatra yang asapnya terbawa angin menuju Pekanbaru.

“Tidak ada titik api di Pekanbaru dan tidak ada pembakaran. Namun, asap terbawa angin dari arah selatan ke utara. Kebakaran yang terjadi di provinsi-provinsi di bagian selatan Sumatra menyebabkan asap sampai ke Pekanbaru,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Imbauan itu disampaikan setelah pemerintah berdiskusi dengan ahli paru mengenai tingginya konsentrasi partikel PM2,5 di udara yang dapat membahayakan kesehatan.

“Dalam dua hari ini, kebijakan pemerintah juga didiskusikan dengan ahli paru. Untuk usia-usia rentan, kami mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah karena PM2,5 cukup tinggi dan berbahaya,” ungkap Zulhelmi.

Selain membagikan masker, Pemko Pekanbaru juga telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar hujan segera turun sehingga kualitas udara dapat kembali membaik.

“Kami berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menurunkan hujan. Kami berdoa semoga situasi udara di Pekanbaru segera membaik,” tutupnya.

(Detektifperistiwa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar