Sabtu, 29 Agustus 2026

Pedagang Masih Jualan di Drainase Jalan Teratai, Satpol PP Pekanbaru Siap Bertindak

 



PEKANBARU mitrakomdigi.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus melakukan penataan kawasan Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang bahu jalan dan atas drainase telah diminta untuk pindah ke Pasar Higienis.

Relokasi dilakukan seiring pekerjaan peningkatan infrastruktur jalan dan drainase di kawasan tersebut. Tercatat sekitar 450 pedagang telah direlokasi ke Pasar Higienis.

Namun, masih terdapat sejumlah pedagang yang nekat berjualan di atas drainase Jalan Teratai. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat proses pembangunan drainase yang tengah berlangsung.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan patroli untuk memastikan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu jalan maupun di atas drainase.

“Informasinya pedagang yang masih berjualan di atas parit, mereka itu sudah menyewa tempat ke pemilik ruko,” kata Desheriyanto, Jumat (28/8/2026).

Meski demikian, Satpol PP memastikan akan mengambil langkah penertiban apabila masih ditemukan pedagang yang tetap berjualan di lokasi yang mengganggu pekerjaan pembangunan.

Desheriyanto mengatakan penertiban tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Terlebih, Pemko Pekanbaru sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang.

“Tapi kalau memang tim membutuhkan tindakan yang lebih tegas tentu kita siap saja. Misalnya harus dikosongkan (tempat), ya harus dikosongkan. Kita sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Satpol PP siap menempatkan personel untuk berjaga di kawasan tersebut apabila diperlukan. Untuk saat ini, pengawasan masih dilakukan secara mobile melalui patroli.

“Kalau tidak ada kerja sama pedagang untuk pembangunan ini, kalau tim bilang penutupan atau tindakan lebih tegas tentu kita siap saja,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Kota Pekanbaru

Kamis, 27 Agustus 2026

Komitmen Majukan Ekonomi Kerakyatan, Bupati Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara 2026

   

JAKARTA — Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam ajang Koperasi Awards 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Kamis, 20 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut menjadi semakin istimewa karena Bupati Kasmarni tercatat sebagai satu-satunya Bupati di Provinsi Riau yang menerima penghargaan tersebut pada Koperasi Awards 2026.

Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada pejabat Negara, pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah, tokoh gerakan koperasi, serta tokoh masyarakat yang telah memberikan kontribusi, pengabdian, dan peran aktif dalam pembinaan, pengembangan, serta penguatan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan.

15737528575_24486907695_49616777 c33d 443c 991d

Bupati Kasmarni dinilai telah menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam mendukung kemajuan perkoperasian sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bengkalis.

Komitmen tersebut diwujudkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui berbagai program pembinaan, pengawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas manajemen koperasi.

Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui pembentukan koperasi, fasilitasi pendidikan dan pelatihan perkoperasian, pendampingan kelembagaan, serta penguatan tata kelola koperasi yang akuntabel.

Dalam sambutannya pada Koperasi Awards 2026, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi harus hadir dekat dengan masyarakat dan menjadi wadah untuk mengonsolidasikan potensi ekonomi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat Desa.

“Keberhasilan koperasi bukan diukur dari seberapa besar koperasi itu, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Menteri Koperasi.

Ia menegaskan, pengembangan koperasi harus terus dilanjutkan melalui kerja nyata dan modernisasi koperasi di Indonesia. Koperasi tidak hanya harus tumbuh secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kasmarni menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan, pendampingan dan penguatan kelembagaan koperasi agar semakin profesional, mandiri dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Kasmarni.

Menurutnya, koperasi memiliki posisi strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, penguatan koperasi tidak hanya dilakukan dari sisi kelembagaan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola, inovasi, serta pemanfaatan teknologi.

Bupati Kasmarni berharap seluruh gerakan koperasi di Kabupaten Bengkalis dapat terus berkembang, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta mampu menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara yang diterima Bupati Kasmarni menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membangun koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk melanjutkan kerja nyata dalam mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, modern, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis.

 Infotorial /ADV