Selasa, 08 September 2026

Pekanbaru Siaga hadapi dampak kabut asap, 21 Puskesmas siap layani warga Terdampak

 

PEKANBARU - mitrakomdigi.com Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru telah disiapkan sebagai posko layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk. Pemko Pekanbaru mencatat, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap dapat memanfaatkan layanan di seluruh Puskesmas tersebut. Pemko memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama ini dalam kondisi siap memberikan penanganan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan (Diskes) mengaktifkan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA.

"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA," kata Markarius, Senin (7/9/2026).

Ia memastikan, seluruh Puskesmas siap menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Menurut Markarius, berdasarkan pendataan yang dilakukan, kasus ISPA saat ini mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, jumlah kasus harian disebut hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

"Rata-rata kasus per hari mencapai 300 lebih," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, keberadaan 21 Puskesmas diharapkan menjadi garda terdepan Pemko Pekanbaru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemko Pekanbaru juga mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik. Pemerintah kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP di Kota Pekanbaru.

Kebijakan tersebut diberlakukan pada 7-8 September 2026 sebagai langkah antisipasi dampak buruk kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat.

Kebijakan PJJ sekaligus menjadi upaya Pemko Pekanbaru mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kondisi udara belum kembali membaik.

Pemko Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan, khususnya keluhan pada saluran pernapasan, dapat segera memanfaatkan layanan kesehatan di Puskesmas terdekat. 


Sumber : Kominfo 

Jurnal Terkini  

Kabut Asap Makin Pekat, Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istisqa

 


PEKANBARU - mitrakomdigi.com Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Dr.Tr H Zulhelmi Arifin S.STP M.Si, menggelar Salat Istisqa bersama ratusan pegawai di lingkungan pemerintah kota setempat, Selasa (8/9/2026).


Dipusatkan di Masjid Paripurna Agung Al-firdaus komplek perkantoran terpadu walikota di Tenayan Raya, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru.

"Kita manusia biasa hanya bisa berikhtiar, berdoa, Allah yang menurunkan hujan, Allah yang punya kuasa semuanya. Kita bermohon kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan," ucap Zulhelmi Arifin, usai pelaksanaan Salat Istisqa.

Disampaikannya, kabut asap yang kembali menyelimuti dan mencemari udara di Kota Pekanbaru merupakan asap dari kabupaten dan provinsi tetangga yang masih terjadi kebakaran lahan.

"Angin yang membawa asap ini dari wilayah selatan Sumatera mengarah ke utara. Jadi angin dari selatan ini mengarah ke utara, inilah yang membuat kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru," ungkap Ami, sapaan Zulhelmi Arifin.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat ratusan titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau.

"Tapi dari hasil rapat kami kemarin di posko utama karhutla, bahwa sudah tidak ada titik api atau hotspot di Kota Pekanbaru. Artinya Kota Pekanbaru Alhamdulillah aman," ucapnya.

Kemudian dari informasi BMKG juga, lanjut Ami, Riau berpotensi diguyur hujan pada Senin (7/9/2026) kemarin dan hari ini, Selasa 8 September 2026, dan juga sudah dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Hujan ini tentu merupakan kuasa Allah. Untuk itu, hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa memohon hujan agar bisa menghilangkan kabut asap dan memadamkan titik api," tutupnya. 

sumber     : Kominfo

Mitrakomdigi